class="h2-simulate-h1-size">No posts found

';

No Responses to “”

  1. Japarman says:

    Menarik sekali iman kristen, apa betul begituprakteknya org kristen? aku mau pnya istri kristen

  2. dany_blog says:

    cukup menarik, walaupun saya tak suka politik

  3. rismawan says:

    saya setuju dengan maksud bapak

  4. ryan's blog says:

    saya setuju dengan pendapat ini, memang di negara ini demokrasinya berlebihan.tapi saya lebih suka membicarakan sepak bola atau olahraga lain dibanding deemokrasi,politik, dan sebagainya.

  5. Syahdi'sblog says:

    Saya setuju dengan pendapat anda, smoga Pemilu 2009 berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kecurangan2!!!

  6. dadan darmawan says:

    saya setuju dengan pendapat bapak yang tentang menyangkut pemilu 2009 demokrasi yang keterlaluan yang membuat masyarakat pusing untuk memilih siapa yang pantas .tapi saya tidak terlalu mengerti tentang pemilu atau dunia politik diIndonesia

  7. ramly deski says:

    saya setuju dengan artikel yang bapak tulis, karna akaan berpengaruh sangat baik bagi negara.

  8. niajuniawati says:

    menurut saya yang awam tentang pengertian demokrasi secara luas,pendapat Bapak cukup memponis dan emang pemilu di negara ini carut-marut! Yang pasti solusi terbaiknya apa Pak????

  9. LenzOgihito says:

    Mmmm…. ya menarik sekali tentang politik zaman demokrasi ini, tetapi jujur saja saya kurang suka politik pak. kalau indonesia terus seperti ini. kapan ada kedamaiannya rakyat indonesia ini pak??

  10. The 2009 Indonesia's Election Blog says:

    maksud saya sih, sebelum berbuat apa apa tentang negara, biar berpikir dulu liwat blog. Sapa tau bisa mempermulus masuk senanyan jadi anggota DPR

  11. Dera Meylana says:

    saya sangat setuju dgn pernyataan “Demokasi yang keterlaluan” dilihat dari wacana yang berlangsung skrg Demokrasi di Indonesia memang sudah kebablasan…dan memang benar WNI tidak mengetahui lagi jumlah anggota legislatif di negara ini dan WNI jg tidak bisa lagi membedakan “yang mana” yang benar-benar menyuarakan suara rakyat.

  12. asep saripudin says:

    saya setuju dengan artikel yang bapak tulis.karena memang saya sangat tertatik dan hobi tentang politik,memang demokrsasi yang ada di indonesia ini kurang bagus dan sistem pemertintah sangat lemah, menagakibatkan orang yang ada d DPR atau yang ada d legislatip lupa dengan pungsi dirinya sebagai wakil rakyat,dampaknya adalah rakyat banyak yang miskin dan penagganguran di mana mana ini akan terus dan terus bertambah dan tidak ada pernah berhanti,kalau menurut orang awam yang baru mengenal tentang politik,rubahlah sistem pemerintahnya karena itu adalah kunci dari semua masalah ini.karena secara logika kita hidup di bumi tuhan maka otomatis harus memakai sistemnya.betul menurut manusia belum tentu menurut tuhan sekalipun tujuan baik.saya tdk pernah membeda bedakan agama karena agama itu semua benar,karena moto saya moto saya mengembangkan budaya toleransi dan perdamain.

  13. idah says:

    Jujur saya awam tentang politik, karena saya memang tidak suka politik. Tapi saya setuju saja dengan komentar bapak.

  14. Baru saja disyahkan, sudah mau direvisi! Mengapa tidak terpikir ketika mengesahkan? Tampak sekali demi kepentinganm sesaat…!

  15. Jangan-jangan ini bagian dari upaya penggiringan opini. Harus dilihat dulu objektivitas penelitian atau sampling yang dilakukan.

  16. Saya kira, apa pun itu, termasuk Pemilu harus taat pada proses hukum. Apa istimewanya Tahapan Pemilu harus luput dari proses hukum? Ada-ada saja KPU……..!

  17. Partai Politik kita pada umumnya belum disentuh dengan manajemen yang efisien, hal yang sama dengan pengelolaan negara. Mengapa? Kita bisa bayangkan jika pun Parpol tertentu menjadi partai berkuasa, akan seperti apa kinerja kader-kadernya di eksekutif? Bukankah kita sudah melihat politikus-politikus Parta-partai besar jadi koruptor pada posisinya sebagai anggota legislatif? …

  18. Sukirno says:

    Jelas komoditas politik, tetapi yang penting suprastruktur politik bekerja mengawal komoditas politik pemerintah yang terkesan obral dan “menyenangkan” banyak orang

  19. Sukirno says:

    Saya sependapat dengan Bapak Simamora, karena beberapa pejabat tinggi negara ini yang memang (mantan) saudagar, yang cenderung berparadigma entrepreneur, secara alamiah akan memandang buruh sebagai salah satu komponen produksi. Padahal, ia sekarang harus menjadi negarawan. Ditunggu tulisan Bernard Simamora berikutnya tentang kebijakan perburuhan

  20. Maman Suparman says:

    teknik pengalihan perhatian yang masih digunakan rezim pada era ini harus diakhiri secara sadar oleh para petinggi negara, karena massyarakat sekarang sdh bisa melihat sesuatu dibalik kosmetik kebijakan pemerintah.

  21. Wawan Juhawan says:

    Apakah anggaran pendidikan menjadi 20% akan memberi kesempatan kepada si miskin untuk mendapat kesempatan belajar? Sepertinya hanya menaikkan kualitas fisik pendidikan dan menyejahterakan tenaga kependidikan. Blom ada komitmen Pendidikan Gratis untuk si miskin. Bagaimana pak Bernard Simamora? Bapak kan Pemimpin Redaksi, mungkin bisa memprediksi hal ini melihat trend saat ini…

  22. Bernard Simamora says:

    Para artis yang di-caleg-kan partai semestinya menyedari bahwa mereka sedang ditunggangi untuk MENDULANG suara agar petinggi prtai bisa MENDULANG kekuasaan dan kader partai yang doyan duit bisa MENDULANG harta, tetapi kesemuanya MENDULANG penderitaan pada rakyat. Ya Tuhan, ampunilah para artis yang jadi caleg pada Pemilu 2009 ini, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan; mereka mengira antara akting dan politik sebagai sebuah entertain dan rakyat sebagai stakeholder utama bangsa mereka posisikan sebagai penonton PEMIRSA!

  23. Bernard Simamora says:

    “Tanda yang biasa dipakai dalam mengerjakan berbagai jenis soal adalah tanda contreng, lingkaran, dan silang. Masyarakat juga terbiasa menggunakan ketiga jenis tanda itu,” kata Andi. SALAH pak Andi! Karena tidak semua rakyat pemilih bisa mencontreng. Pasalnya, masing tinggi angka buta huruf, tinggi barrier sosialisasi untuk mengubah metode pemberian suara berubah dari cara-cara sebelumnya.
    KPU pusat kiranya menyadari, konstituen tidak pernah mengecap pendidikan yang memberlakukan ujian multiple choise. Jangan-jangan ada titipan metode dari partai tertentu ke KPU….. Jadi, KEMALIKAN SAJA PADA CARA MENCOBLOS! TITIK.

  24. Bernard Simamora says:

    Saya sepakat bahwa pemerintah belum berbuat apa-apa bagi warga miskin negeri ini. Pemerintah hanya melihat warga miskin sekedar angka-angka, dan angka-angka itu yang mau diatur, direngineering dalam pengertian dan kacamata populis dan koridor politis. BLT bukanlah program penanggulangan kemiskinan; malah merupakan program pemiskinan jangka panjang; misalnya 3 bulan pertama mendapat BLT dan mengkonsumsi sesuatu, tetapi 3 bulan berikutnya akan makin miskin karena tetap ingin mengkonsumsi tetapi tidak ada BLT lagi..
    Saya sepakat bahwa kemiskinan itu terjadi akibat lemahnya akses pada sumber-sumber ekonomi. Lebih parah, ada upaya-upaya pelemahan akses lewat program-program yang sifatnya pro orang kaya, semisal kredit dari bank, kredit modal kerja, dan kredit lainnya. Orang yang sudah memiliki aset, gampang mendapat kredit; sementara orang yang berupaya keras mendapatkan kesempatan berusaha, dengan integritas yang baik, begitu susahnya mendapat fasilitas kredit.

  25. Pernyataan yang jujur dan polos bahkan lugu seperti ini pantas diangkat jempol. Itu berarti ngaku nggak mampu. Bangsa sebesar ini, dengan tenaga ahli ratusan tibu dengan sumber daya tidak terlalu terbatas, sebagai warga global, masa iya untuk masalah itu TIDAK SANGGUP! Itu artinya, rezim sekarang mempersilahkan rezim baru pada 2009 YANG MAMPU menyelesaikan masalah bangsa. Artinya goodbya SBY-JK. Saya yakin di belahan bumi ini ada yang sanggup menangani masalah lapindo dengan cara yang efisien dan efektif. It’s not impossible Mission. It must be Possible Mission. Serahkan pada saya, ha..ha…

  26. Tepat sekali! Dan itu lah yang terjadi saai ini, dimana produk hukum yang diharapkan mampu menghukum pejabat yang korup adalah produksi pejabat melalui korpsnya semisal Departemen Hukum, dan departemen lainnya yang mengajukannnya kepada Korps DPR yang juga korps para penjabat (anggota DPR Sebagai pejabat, diantaranya banyak mantan pejabat, anak pejabat, cucu pejabat, rekanan pejabat semasa menjabat) yang bagaimana pun memang, harus berupaya men-klon (Cloning) diri sendiri atau kroninya untuk jadi “untouchable” dengan mnyoapkan pasal-pasal per-UUan disertai sejumlah bolong, ambiguitas, kontradiksi, dan sebagainya, yang jika kelak digunakan mengadili pejabat yang korup – akan sangat bisa menyisakan kesimpulan TIDAK CUKUP BUKTI, dan sebagainta…

  27. Ambil contoh UU 10/2008 tentang pemilu yang merupakan produk bersama pemerintah hasil pemilu 2004 bersama-sama DPR produk pemilu yang sama, dimana, baik di eksekutif maupun di legislatif ada partai yang dominan yang bagaimana pun memiliki kepentingan khusus untuk mempertahankan hegemoninya pada pemilu 2009. Orang-orang ini mendesain UU 10/2008 dengan kepentingan cocok dan pas dengan ciri dan tipikal partai serta simpatisan darimana ia berasal agar hasilnya nanti maksimal dan menguntungkan induk organisasinya.. Hanya, persoalannya, bagaimana unsur dari partai lain di parlemen dapat mengimbangi tarik menarik kepentingan tersebut agar untuk kemenangan rakyat…

  28. Bernard Simamora says:

    Saya kawatir kita sibuk berbicara tentang persentase tertentu dari BPP dicapai agar jadi duduk di dewan, pada hal isu itu dilemparkan oleh partai-partai muka lama yang memiliki mesin politik yang besar, sementara pihaknya sedang rekayasa cara curang mencapai BPP di balik kotak pencoblosan.

  29. Bernard Simamora says:

    Persis! Setuju 100%. Pada Pemilu 2009 saya menganjurkan agar masyarakat pemilih jangan lagi memilih mereka yang sudah pernah duduk di DPR atau DPRD. Pokoknya kalah sudah pernah duduk di legislatif, haramkan untuk dipilih. Tujuannya, agar estafet perilaku korup, menerima suap, calo proyek, malah berproyek sendiri, absen rapat, perilaku amoral, dan perilaku yang merugikan bangsa dan rakyat tidak diwariskan/dititiskan pada anggota DPR/DPRD baru yang bakal terpilih di Pemilu 2009. Anggota DPR/DPRD lama di Pemilu 2009, No way!!

  30. Bernard Simamora says:

    Atas alasan yang sama, yakni menghambat anggota DPR/DPR lama terpilih kembali, saya, Bernard Simamora, memilih mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Jabar 2009 dari Partai Demokrasi Pembaruan. Saya pikir, saya telah melakukan pilihan tepat pada Partai “pembaharu” Parpol dan “pembaharu” dewan, serta “pembaharu” bangsa seperti PDP, seirama dan seide dengan saya pribadi ingin membaharui kehidupan berbangsa dan bernegara demi kesejahteraan rakyatnya, bukan kesejahteraan anggota dewan dan para penyelenggara negara lainnya. Saya uji rakyat Jawa barat, khususnya Kota Bandung dan Cimahi, apakah memiliki semangat pembaharu. Bila ya, mereka akan pilih saya untuk duduk di gedung sate sebagai Anggota DPRD pembaharu….

  31. Bernard Simamora says:

    Itulah bedanya dengan di Indonesia; Janji kampaniye capres di AS cukup dipercaya rakyatnya bahkan oleh kita sendiri di Indonesia. Sebaliknya, materi kampanye capres dan politikus kita sama sekali tidak dapat kita percaya,,,… Ada apa ya???

  32. kony saputra says:

    thanks for info about president as !!! bpa mau caleg yaaa smoga berhasil & sukses slalu

  33. umi haniah says:

    memang sergur banyak tdk adilnya,ada guru yg sdh mengabdi selama 20 thn dgn segala persyaratan yg tentunya telah ckp tp tdk diajukan, sebaliknya ada seorang guru yg baru 2 thn mengajar usianyapun baru 26 thn tp sdh ikut sergur bahkan lulus.

  34. Dadi Ahmad says:

    Pak apakah benar terminal leuwipanjang akan dipindahkan ?

    Jika benar lahan bekas terminal akan dijadikan apa?

    Apakah mungkin bisa dijadikan mall atau pusat perdagangan untuk daerah bandung selatan?

    Terima kasih, saya tunggu jawabannya?

  35. prihatin says:

    Kepanikan Bupati Pandeglang mulai terlihat semenjak kasus suap dibuka, beberapa kebijakannya terkesan ngawur dan mementingkan keberlangsungan kekuasaannya… mulai dari digiringnya PNS agar bersikap tidak netral dalam rangka mendukung istrinya menjadi caleg sampai dikeluarkannya rencana Perbup Demo… Ini semakin menunjukan bahwa kebijakan yg dia keluarkan semakin represif dan tidak terkendali….

  36. Tegoeh U says:

    bp Bernard S yang terhormat aku alumni PIKMI GANESHA lo… Gimana perkembangan yayasan PIKMI yang bapak Kelolah.

  37. Introspeksi says:

    “Perbup ini mengatur etika, bukan berarti kami melarang warga berunjuk rasa. Berunjuk rasa boleh, asal tidak anarki,” katanya

    Hehehe… Etika yang mana yang dimaksud? Lalu, bagaimana masyarakat akan menaati aturan etika Dimyati jika Dimyati saja tidak menghormati etika dalam penggunaan anggaran. Anarki? Bukankah merasa diri sebagai raja yang seenaknya memaksakan kehendak pada bawahan itu lebih gawat dari anarki?

  38. ilham fikri says:

    sungguh di sesalkan. proyek BKT ini menurut saya telah gagal karena di yang brengsek. yang korup. yang memenfaatkan keluguan warga DKI.

  39. ilham fikri says:

    tidang maksud ngatakan seperti itu. maaf sedang emosi. karena ketika saya melewati jalan yang terkena jalur BKT. ada bangunan, 1 bangunan yang berdiri sendiri. dan terlihat rapuh. tepatnya derah jalan kolonel sugiono. saya takutkan rumah tersebut roboh, dan di sana masih ada keluarga yang meninggalinya. mohon disampaikan. agar pembebasan lahan di mulai dari wanga yang rumahnya tinggal satu dalam ring daerahnya.
    dan tanpa di tarik potongan. karena dari wawan cara ada beberapa aparta yang nakal meminta persenan kepada warga yang di gusur. dan tolong auditharta aparat yang berkecimpunga pada BKT. karena ada yang korup. “mungkin”

  40. B. Parmanto says:

    Catatan :
    1 Paradoks positif adalah paradoks realitas kehidupan, tidak bertentangan dengan ajaran wahyu/agama. Kiranya nilai paradoks positif tersebutlah yang dikandung Pancasila, sebagaimana nilai mono-dualisme, bhinneka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa. namun karena keserakahan manusialah dalam kehidupan cenderung mempraksiskan paradoks negatif, saling menafikan, mengutamakan dinamika sentrifugal, mengenyam- pingkan dinamika sentripetal, dsb. Manusia ”modern” cenderung hanya memahaminya secara linear, nampak rasional, tidak mau memahami kedalaman makna paradoks positif, dualisme, dsb.; Apalagi memahami makna Pancasila yang sebenarnyalah merupakan rohnya Bangsa Indonesia. Cabutlah Pancasila, gantikanlah Pancasila dengan ideologi yang lain, apabila mau melihat kehancuran Bangsa Indonesia!

    2. Sebenarnyalah Pancasila merupakan adicita modern dalam konsep kehidupan berbangsa dan bernegara yang berakar pada budaya bangsa. Hanya bangsa Indonesia ”kini” yang merasa dirinya ”so called modern” –lah yang enggan memahaminya, karena tergiur dan terbius oleh rayuan budaya asing dan ideologi transnasional dengan segala ramifikasinya. Apabila kita tidak segera sadar dari situasi ”ketergiuran” dan ”keterbiusan” tersebut, kita akan mengalami fiasko sebagai bangsa.

    3. Menjadi kewajiban kita bersama, utamanya Para Kader Partai, Para Cendikiawan Tua-Muda, Para Intelektual, Para Tokoh Agama, dan Para Mantan Manggala BP7, untuk berusaha secara sungguh-sungguh meyakinkan kepada Bangsa Indonesia yang ”so called dirinya merasa modern” itu, yang pemahamannya pada segala sesuatu hanyalah didasarkan pemikiran yang linear, banal dan sok rasional, cenderung menafikan akar budaya bangsa dan mengabaikan buah pemikiran dan perjuangan para Bapa Bangsa yang jelas-jelas telah mampu membuktikan diri menjadi bidan kelahiran NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Marilah kita berlomba untuk menghilangkan”keanehan” yang dikatakan Yacob Sumardjo, ”Ternyata praktik Pancasila itu malah dilakukan negara-negara yang tidak memiliki Pancasila.”

    4. Dapat disimpulkan bahwa tulisan Yakob Sumardjo tersebut hanyalah suatu ”permenungan”, tidak memberikan ”solusi”, sekedar merupakan ”ratapan”. Pada hal yang diperlukan dewasa ini adalah ”solusi” untuk menghidup-suburkan Pancasila, tidak sekedar menyadari bahwa Pancasila adalah sesuatu yang ”being” sekaligus ”becoming”.

    5. Mohon Solusinya Pak Yakob Sumardjo!; Trimakasih dan maaf kalau tidak berkenan!

  41. ben says:

    seperti kiat dagang toko serba lima ribuan, mungkin para calegpun praktekkan dengan serba 20ribu-an atau serba 50ribu-an. Dan mungkin larisnya sama seperti toko serba lima ribuan tersebut. Yang salah siap sebenarnya?

  42. saudar says:

    suatu modus baru yang dijalankan dalam proses pembayaran BKT. modusnya sebagai berikut:

    sang pengukur yang di utus oleh panitia BKT mengompres ukuran bangunan dan tanah warga yang menurut mereka “bodoh” dan ketika proses pembayaran, datang orang yang merupakan salah satu dari panitia BKT juga. dengan dalil ingin menambahkan ukuran kepada warga yang ia angap “bodoh”, ia meminta bayaran separuh dari bayaran bangunan atau tanah. karena jasanya menambahkan ukuran atau menaikkan kelas bangunan.

    nah sebenarnya ukuran yang diberikan oleh orang kedua (yang menambahkan ukuran atau menaikkan kelas bangunan) sebenarnya adalah ukuran atau kelas yang sebenarnya.

    jadi ini adalah sebuah modus kebohongan yang besar karana merugikan orang yang tidak tahu menahu tentang tanah dan bangunan.
    iya kalau petugasnya menggunakan uangnya dengan baik misal buat pembangunan, yang saya tahu ya, biasanya uang yang didapat itu di gukanan untuk foya-foya dengan berlibur atau bermain dengan perempuan jalang.

    ayo dong usut, pak KPK jangan tebang pilih (jangan pilih yang banyak uang aja) yang makan uang rakyat bodoh seperti kita ini juga di usut dong.

    ini kejadian nyata. untung yang ditipu orangnya pitar…..

    ok.
    ini ada satu lagi fakta.

    ketika pengambilan uang ganti rugi di walikota jakarta timur. yang ruangannya ber AC. ada beberapa pegawai, baik pegawai yang muda atau yang tua, asik negisep rokok dalam ruangan ber AC yang dalam ruangan tersebut banyak orang tua (tau sendiri yag ngambil uangnya orang dah ber umur semua) bisa ngerasain dong pengepnya. yang lucunya lagi yang bukan pegawai “mengerti dimana tempatnya untuk merokok karena terdapat ruangan khusus untukmerokok di luar”. ini lebih lucu lagi. di rungan tersebut ada lurahnya jg loh, tau gak dia raksinya gimana. dia diem aja malah asik ngisep asep yang di keluarin oleh pegawai lainnya.

    dah dl ya. itu yang mw di sampaikan. mohon di usut….

  43. [...] Kepentingan Publik di Atas Pribadi | Bernard Simamora [...]

  44. JIUO ilmuSEJARAH says:

    demokrasi kita sekarang ini adalah demokrasi yang pesakitan.
    demokrasi yang pintu terbuka untuk semua peluang penjajah politik kotor dan feodalis.

  45. wiandini says:

    saya mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di bandung.saya mau tanya bagaimana sistem anggaran pemda bandung saat ini?sistem apa saja yang di gunakan dalam anggaran PEMDA bandung saat ini?sekian.terima kasih

  46. damar says:

    melangkah hdup dengan menjadi dewasa akan terasa lebih mantap. seperti aku saat ini dan seterusnya selalu ” Think before you Do..! “, berfkir dulu baru bertindak itupun salah satu dalam bersikap dewasa,
    seperti dalam menjalani bisnis apapun
    dan sahabat. dalam bisnispun kita mesti dewasa
    demi masa depan kita.
    untuk itu saya mengajak sahabat untuk mulai belajar usaha / bisnis yang lebih dewasa.

    http://www.cincinemas.co.cc

    salam

    damar

  47. sanggam simamora says:

    SAYA DONGAN TUBU DAN TEMAN SATU ANGKATAN DI SMP ‘83,SMA ‘86 SERTA SAMA-SAMA PAR-DOLOKSANGGUL. HORAS! KUUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES KEPADA ANDA SAUDARAKU. SEMOGA TUHAN MELIMPAHKAN BERKAT DAN ANUGRAHNYA KEPADA KITA YANG “MENGASIHI DIA”. SAYA SUDAH LEBIH MENGENAL,DAN MENGETAHUI PRESTASI,VISI DAN BANYAK KEGIATAN AMPARA.SAYA INGIN LEBIH MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA KITA. PERMINTAAN SAYA :KALAU BOLEH SEHARUSNYA ANDA LEBIH BERINTERAKSI DENGAN TEMAN-TEMAN,PARA KELUARGA(SISOLHOT),SERTA MASYARAKAT YANG SATU ASAL YANG ADA DI PERANTAUAN,SERTA JANGAN LUPA KEPADA YANG TINGGAL DI BONA PASOGIT.KALAU BOLEH MOHON ANDA BERBUAT YANG “LEBIH” DALAM BEBERAPA HAL YANG TERBAIK UNTUK ALMAMATER DAN KAMPUNG HALAMAN. BERIKAN MASUKAN/KRITIK MEMBANGUN KEPADA PEM.KAB.HUMBANG HASUNDUTAN UNTUK PENGEMBANGAN KWALITAS HIDUP DAN SOSIAL KEMASYRAKATAN.JANGAN LUPA;YANG ANDA PERBUAT DI PERANTAUAN KIRANYA DAPAT ANDA APLIKASIKAN DAN ANDA LAKUKAN DI BONA PASOGIT.MENURUT PEMIKIRAN SAYA,AMPARA COCOK UNTUK MENJADI PEMIMPIN (PANGGGOMGOMI)DI KAB.HUMBANG HASUNDUTAN DI MASA YANG AKAN DATANG.UNTUK ITU AMPARA HARUS LEBIH SERING HADIR DAN BERINTERAKSI SOSIAL DENGAN ELEMEN /KELOMPOK ATAU LANGSUNG KEPADA MASYARAKAT HUMBANG HASUNDUTAN DALAM LIMA TAHUN KE DEPAN.KAMI YANG ADA DI BONA PASOGIT AKAN IKUT BERPARTISIPASI MENDUKUNG PROGRAM DAN KEGIATAN YANG AKAN SAUDARA LAKSANAKAN.SAYA MENGIMPIKAN SATU SAAT NANTI ADA DARI CLAN SIMAMORA UNTUK MENJADI PEMIMPIN DI KAB.HUMBANG HASUNDUTAN UNTUK MENYEMPURNAKAN APA YANG TELAH DIPERBUAT OLEH KEPALA DAERAH YANG SEKARANG PAK MADDIN SIHOMBING.PENGAMATAN SAYA,INCUMBENT YANG SEKARANG MASIH AKAN MEMENANGKAN PILKADA 2010 yad.OLEH SEBAB ITU PERLU PERSIAPAN YANG LEBIH TERENCANA/TERPROGRAM BAIK, KALAU ANDA SETUJU DENGAN PEMIKIRAN: BERNARD SIMAMORA MENJADI KEPALA DAERAH DI KAB.HUMBANG HASUNDUTAN 2015-2020.KIRANYA DONGAN TUBU MARGA SIMAMORA TERUTAMA POMPARAN NI OMPUNTA TOGA DEBATA RAJA SETUJU/SATOLOP DENGAN WACANA INI.(angiat ma nian marsiajar hita sian naung “salpu”i,asa “sada” jala sahata saoloan,asa jumpa naniluluan,dapot manijalahan).Tarlumobi muse manolopi do ra “HULA-HULA”nta MARGA LUMBAN GAOL LAHO MERESTUI HO,MOLO MALO HITA MARSOMBA TU “NASIDA”.SEMOGA TUHAN MEMBERKATI! AMIN.

  48. ANGGI PRASETYO says:

    Salut dengan dedikasi dan perjuangan Bapak dalam bidang pendidikan. Saya Anggi Prasetyo merupakan salah satu alumni LPTD-Ganesha College yang Bapak pimpin. Saat ini saya sebagai tenaga pendidik pada tiga sekolah di Lampung dan saya memiliki lembaga bimbel kmputer dan bahasa inggris. Saya ingin banyak belajar dari Pak Bernard sebagai guru pertama saya dalam bidang komputer. Bagaimana Pak, masih ingat saya tidak?