Tidak kurang dari seratus warga Surungdayung, Desa Handapherang, Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis, hingga kini belum mendapatkan tabung maupun kompor gas program konversi minyak tanah ke gas. Jika dalam seminggu ini, bantuan itu tidak datang, warga berencana mengadukannya secara hukum.
“Warga Handapherang yang tinggal di satu rukun warga sampai saat ini belum satu pun yang menerima tabung maupun kompor gas program konversi. Padahal, warga sekitar wilayah itu sudah menerima. Terus terang kita juga khawatir tidak bisa memasak karena pasokan minyak tanah di wilayah ini juga sudah dikurangi. Untuk membuat tungku juga tidak mungkin karena lahan terbatas,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Surungdayung, Didi Ruswendi, Minggu (22/3).
Ditegaskan, warga memberikan toleransi waktu selama seminggu ini untuk pengiriman tabung maupun kompor gas. Warga juga berencana mendatangi Pemkab Ciamis untuk mengadukan persoalan tersebut.
Apabila sampai batas waktu itu, tabung dan kompor gas tidak datang, warga akan meminta penjelasan ke pemkab, khususnya ke bagian perekonomian dan Disperindag. “Bahkan warga akan mengadukan Pertamina secara hukum karena institusi tersebut harus ikut bertanggung jawab terhadap kelancaran program konversi minyak tanah,” ujar Didi.
Sementara itu, Wiwi pegawai agen minyak tanah Tugas Prakarsa Siliwangi Unit Pasar Subuh di Jalan Jenderal Soedirman 55 Ciamis, mengungkapkan sejak bulan awal Maret 2009, pasokan minyak tanah dikurangi hingga 50%. Apabila semula mendapatkan kiriman sebanyak tiga tangki per minggu, saat ini hanya 1,5 tangki per minggu. (A-101) ***
Sumber: Pikiran Rakyat


