Sebanyak 244.776 KK Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kota/Kab. Sukabumi, akhirnya memperoleh beras miskin (Raskin). Sejak dua bulan terakhir, Raskin yang seharusnya mereka peroleh mengalami keterlambatan karena data telat diserahkan kepada Perum Bulog.
Perum Bulog biasanya memperoleh data RTS dari tiap-tiap kota dan kabupaten setiap akhir tahun. Keterlambatan tersebut berakibat ribuan warga miskin tidak memperoleh beras murah selama dua bulan terakhir.
” Padahal sejak Januari lalu stok Raskin di gudang Bulog telah tersedia. Saat itu, kami hanya tinggal menunggu data RTS di tiap-tiap kota dan kabupaten,” kata Kepala Perum Bulog Sub Divre Cianjur, Alwi Umri kepada “PR”, Sabtu (21/3).
Walaupun mengalami keterlambatan pengiriman pasokan Raskin, Perum Bulog Cianjur memproyeksikan Raskin dapat diserap di seluruh RTS di Kota dan Kab. Sukabumi pada akhir Maret ini. Apalagi, kata Alwi Umri didampingi Kepala Gudang Bulog Sukaraja Sukabumi, Agus Herman, pendistribusian akan terus dilakukan secara maraton.
“Kami optimistis Raskin dapat didistribusikan kepada seluruh RTS. Apalagi, saat ini hampir 60% Raskin telah diserap sehingga diharapkan pasokan Raskin Januari hingga Februari dapat diserahkan kepada seluruh ribuan RTS, akhir Maret ini,” katanya.
Apalagi hingga akhir minggu ini, distribusi Raskin Januari telah mencapai 1.915.200 kg dari 3.622.747 kg. Pasokan Raskin itu terdiri dari, 68. 925 kg dari 182.580 kg bagi RTS di Kota Sukabumi. Sementara itu untuk RTS di Kab. Sukabumi baru mencapai 1.646.275 kg dari alokasi sebanyak 3.440.167 kg.
“Kami berharap beberapa hari ke depan, pasokan Raskin dapat didistribusikan seluruhnya. Kami menambah petugas dan juga kerja sama dengan enam perusahaan daerah di kecamatan,” tuturnya. (A-162)***
Sumber: Pikiran Rakyat


