GameNow WP Theme

Dark Light

Nyaleg!

Akhirnya Aku Nyaleg (Nyalon Anggota Legislatif)

Lebih sari 15 tahun saya, Bernard Simamora, jadi pengamat pendidikan, sosial, kemasyarakatan dan pendidikan, hingga satu tahun lalu belum terpikir akan mencalonkan diri menjadi anggota legilatif. Kini, memasuki tahun ke-17 (sejak tahun 1991) menjadi praktisi pendidikan mulai dari kursus-kursus, sekolah lanjutan dan Perguruan Tinggi; dan menginjak tahun ke-4 memasuki dunia pers di industri media massa, mulai terpikirkan menjadi Calon Anggota Legislatif atau Caleg.

Mengapa? Saya mulai merasa, ada banyak hal yang dapat saya lakukan bilamana duduk sebagai anggota legislatif. Saya berpikir, dengan kekayaan negara yang begini melimpah, kebanyakan rakyat kok belum juga sejahtera di ulang tahun kemerdekaan negaranya yang ke 63 ini, pendidikan untuk semua orang secara gratis kok tidak juga dapat direalisir, kesempatan individu warga negara untuk berkembang menggali potensi semaksimalnya belum juga difasilitasi negara. Ada apa, mengapa, dan bagaimana?

Dalam skala yang sangat mikro, saya telah membuka usaha dan kegiatan bisnis kecil-kecilan, membuka sekolah kecil-kecilan, membuka perguruan tinggi kecil-kecilan dengan ketersediaan modal yang sangat-sangat kecil-kecilan yang hanya bersumber pada akumulasi beasiswa saya waktu berkuliah di ITB – alias, tanpa modal. Toh, bisa jalan, bisa terjadi, bisa membuka lapangan kerja, bisa mendidik secuil putra bangsa ini! Sementara kita menyaksikan, kekayaan negara – bangsa yang begitu melimpah tidak secara efektif dapat digunakan penyelenggara negara untuk membangun sendi-sendi kehidupan bangsa yang menyejahterakan rakyat.

Ironisnya, jutru lebih dari separuh perhatian kita sebagai bangsa bukan untuk menyejhterakan rakyat. Kita sibuk berpolitik, mencari kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, dengan segala bentuk dan implementasinya. Akibatnya, korupsi merajalela dimana-mana, dagang perkara di semua lembaga penegak hukum, menyogok rakyat dengan kesejahteraan semu alias memberi ikan – alih-alih memberi kail. Penyelenggara negara telah terlalu bangga dengan prestasinya ketika melalukan sesuatu tanpa masalah.

Terlalu panjang yang ingin saya uraikan di sini, yang akan saya launjutkan esok lusa. Tetapi satu hal, saya kini memilih mencalonkan diri jadi Anggota DPRD Jawa Barat melalui Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), semata-mata didasari keinginan luhur untuk menjadi agen perubahan bagi bangsa, khususnya di Jawa Barat, agar peneyelenggara pemerintahan lebih mengutamakan rakyatnya, alih-alih kekuasaan, harta dan kekuasaan pribadi pejabat. Rakyatlah (yang saya bakal wakili) yang utama, bukan gubernur, kepala dinas, atau bahkan presiden. Rakyat yang bakal saya wakili yang perlu sejahtera, terdidik, menikmati keberagaman sebagai harmoni, menikmati situasi dimana ia bisa mengembagkan diri don potensinya secara maksimal, bukan diklat-diklat pejabat yang menggerogoti negara titapi hasil alpha.

(bersambung)…

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0 (from 0 votes)
Komentar Terakhir Rating
    Rting Komentar
      Kalender
      September 2010
      S S R K J S M
      « Feb    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      27282930  
      Topik yang Mirip Akses Harian
      • 11636Total Dibaca:
      • 0Dibaca Hari Ini:
      • 6962Total Tamu:
      • 0Tamu hari ini:
      • 113Tamu minggu ini:
      • 0Tamu Online:
      Polling

      Dugaan Anda tentang kasus Bank Century...

      View Results

      Loading ... Loading ...
      Review Terakhir
      • No posts found